Officially missing you.

December 8, 2011 at 3:42 am Leave a comment

oleh:  togi tua sianipar.

MASIH kah kau ingat dengan sepasang kaos kaki kado natal dariku sepuluh tahun yang lalu?. Hanya itu yang kupunya dulu buatmu sobatku, karna kau tau persis siapa aku dan bagai mana aku dulu. Bila saja saat ini aku masih bisa bercerita dan berkeluh kesah denganmu seperti dulu kita selalu berbaring menatap langit langit kamar setelah menyelesaikan banyaknya soal soal hitungan, persamaan kuadrat atau bahkan memecahkan rumus kimia dulu. Ketika hanya ada kejujuran dan ketulusan dalam sebuah kisah klasik sahabat karib yang mungkin dulu tidak pernah terpikirkan oleh kita akan berakhir kapan. Aku tak mengerti jelas kenapa dulu kita hanya hanyut dalam warna persahabatan tanpa mau berfikir sedikitpun ke mana kita harus menggantungkan semuanya saat usia beranjak dan saat kau atau aku sudah tua menyatu dengan keluarga masing masing. Mungkin dulu semua terlupakan oleh biusan nada dan lagu bonjovimu yang selalu kau banggakan padaku tanpa sedikitpun memberi aku kesempatan untuk berusaha meyakinkanmu kalau dahsyatnya irama dan syair lagu Billy Gilman kesukaanku jauh lebih hebat dari lagu lagu favoritmu dulu.

ENTAH apa yang membuatku kesetanan menulis semua ini, apa karna aku baru saja mendapati dompet pemberiaanmu terjatuh di korsi teras kosanku. Yah dompet yang sudah setia menempel di bokongku yang gempal sejak sebelas tahun yang lalu kau berikan sebagai kado di hari ulang tahunku.Andai saja kau tau kalau sampai sekarang dua logam pecahan lipa puluh rupiah itu masih ada di dalam dompet hitam yang kini sudah hampir lapuk tapi aku masih tetap suka memakainya.Terkadang juga aku harus dengan susah payah meraih kotak kecil yang selalu kutaruh di atas lemariku hanya untuk sekedar menyalahkan rokokku dengan korek gas kado ulang tahun darimu sejak kau mengawali kuliahmu jauh di pulau yang sekarang jadi tempatku berpijak. Ada sedikit kepuasan bila mana aku membakar rokokku sembari membaca pesan singkat yang kau tuliskan di kertas kecil saat kau mengirimkan kado itu untukku “Dear my best friend, Mulai saat ini kau gak perlu lagi mengantongi sobekan serbuk korek dan dua pentol batang korek api untuk menyalakan rokokmu. Tapi aku gak mau kau merokok terus, kau harus berusaha berhenti gi”, begitu kau berpesan. Inilah saat yang kumaksud dulu, itu yang membuatku selalu menyimpan semua apa yang kau berikan buatku. Karna kutau persis kalau aku akan mengenangmu kini dan mungkin nanti.

ATAU mungkin cerita membawa kabur motor guru pas SMA dulu hanya untuk merasakan nikmatnya semangkok pansit ayam malioboro yang baru buka di seberang toko emas kota tarutung dulu, atau cerita perjuangan menembus hujan hanya untuk menemanimu bertemu perempuan kisah cinta monyetmu dulu, atau mungkin cerita membuat skenario singkat di mikrolet sebelum kita sampai di rumahmu hanya untuk sebuah izin keluar malam dari orangtuamu.Terkadang aku tersenyum bila mengingatmu selalu gagal meyakinkan bapakmu untuk mengizinkanmu menunggangi skuter bututnya dulu. Gagal itu yang membuat kita kadang harus berjalan kaki berkilometer jaraknya untuk bisa pulang ke rumahmu. Capek dan letih memang, tapi seru bila aku mengingat ekpresimu karna rasa takut dan panik berlari di tengah gelapnya malam. Rinduku tak terbendung bila ingat ibumu yang selalu baik untukku. Yang selalu membuatkan masakan istimewa tiap kali aku datang ke rumahmu untuk menyelesaikan tugas tugas di sekolah dulu. Maafkan aku sobat kalau aku sering sekali mengecewakanmu saat kau butuh aku di waktu sulit menerima kenyataan ibumu divonis menderita penyakit gula akut dan membuat beliau harus dirawat berbulan bulan lamanya di rumah sakit. Bahkan aku gak bisa berbuat apa apa saat akhirnya beliau kembali kepangkuan Bapa di sorga waktu aku masih baru menapaki hidup di Jakarta nanbuas. Maaf bila kau juga kecewa ketika aku tidak bisa menghantarmu ke altar saat pemberkatakan pernikahanmu, walau aku tau dulu aku sudah berjanji kepadamu sejak SMA dulu.

SOBATKU, taukah kau bila rapuh hatiku saat ini tak bisa kueratkan lagi agar tak remuk?. Sering sekali aku ingin bercerita banyak denganmu seperti dulu kita selalu berbagi disaat riang atau sedih. Apakah kau tau kalau kemarin hampir saja motorku masuk ke dalam got besar saat aku akan berangkat ke kantor?. Atau apakah kau tau kalau sekarang aku sudah tidak suka lagi dengan rokok Amild yang kau rekomendasikan sebagai rokok yang dampaknya lebih ringan dibanding rokok lainya menurut versimu?. Namun yang pasti kaos biru lengan panjang pemberianmu dulu sudah koyak karna dua hari yang lalu tersangkut di kawat jemuran saat tiba tiba saja hujan lebat megguyur Jakarta sore itu. Mengenangmu sudahlah cukup buatku, walau raga takberhadap, walau mata tak bertatap dan walau handphoneku kini sudah hampir tak pernah mendapati kau berteriak memanggilku atau bahkan tak pernah lagi mendapati pesan singkat yang kau kirimkan buatku. Yang pasti ceritamu akan selalu jadi semangat buatku untuk mengejar sukses yang sudah lebih dulu kau raih dari puncak tempat kita meletakkan semua dulu. Dan lagi belakangan rinduku selalu sukses terobati setiap pagi di kantorku, saat aku bertemu Office Boy yang wajahnya sangat mirip denganmu mangkal di pantri. Itu juga yang membuat aku sering mengingatmu beberapa hari belakangan ini, kalau ternyata wajahmu itu hanya sekelas OB 🙂

** have you took the time to know me and to understand me?

Advertisements

Entry filed under: Cerpen.

[KKDH] Melepasmu, perempuanku berambut sebahu Lalu bagaimana??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About Me

I am a simple man, and also a good boy. I was born in Tarutung 14/feb/1983. Now I live at Jakarta as IT Staff in Bilangan Jakarta Pusat. I like singing very much, sleeping and also dreaming :). Music..??, hmmm... I love RnB and sometimes Country Music. About food, I like Saksang, Panggang and ofcourse "Baso". It's very fantastis luar biasa aaahaaiii...ii.

Calendar

December 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Visitor

  • 27,882 visitor

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: