Kali keempat kecewa mencoba datang

August 30, 2012 at 11:42 am 9 comments

oleh: togi tua sianipar

—————–

Kira-kira dua tahun yang lalu keputusan itu kuambil, keputusan yang sebenarnya berat untuk aku ambil. Tapi keinginan dan tekat seolah sudah bulat sampai akhirnya tak perlu menimbang-nimbang lebih dalam lagi.

Andai saja aku boleh jujur pada diri sendiri bahwa keputusan ini lebih karna dihasut oleh rasa iri akan masa lalu yang sepertinya tidak seberuntung sekarang ini.

Saat usiaku memasuki dua belas tahun dulu banyak keinginan yang sebenarnya ingin sekali kumiliki namun seakan semesta tak mendukung untuk aku bisa mendapatkannya.

Kalau aku boleh sebut hal terpenting dulu yang selalu aku inginkan adalah โ€œbersekolahโ€. Yah, sederhana memang tapi itulah realita. Bapak dan Mamakku juga sebenarnya penuh rasa salut akan itu, namun tidak terlalu memberi peluang buat aku dan saudara-saudaraku untuk bisa memilih sekolah yang kita rasa cocok dan kita senangi. Tak banyak pilihan dulu, hanya satu saja dan harus ikut kemana Bapak dan Mamak meminta kita untuk sekolah, maka tak perlu menawar.

Pertama kali aku merasa kecewa dulu adalah saat aku kembali pada pilihan buntu itu. Saat menamatkan sekolah dari SD negeri, aku seolah tak bertenaga untuk meminta kepada Bapak dan Mamak untuk ikut teman-teman dekatku melanjutkan sekolah ke SMP Swasta ternama di kotaku dulu. Bermimpi untuk jadi murid pintar dan berprestasi adalah harga mati di keluargaku tapi bukan untuk memilih sekolah paling bagus dan terkenal yang identik dengan biaya selangit.

Kujalani hari-hariku bersekolah di SMP negeri dengan fasilitas standar namun cukup buatku untuk menimba ilmu. Walau bayang-bayang teman-teman SD dulu masih sering singgah disela-sela anganku sampai akhirnya kutamatkan sekolahku dari SMP negeri itu dengan hasil yang cukup memuaskanku dan orang tuaku.

Pertama kali aku merasa bangga dulu adalah saat aku dengan mudahnya berhasil mendapatkan satu bangku di SMA negeri yang saat itu jadi sekolah favorit bagi mereka-mereka yang lulus dari bangku SMP dan berburu SMA terbaik di kotaku. Bagaimana tidak, SMA negeri itu adalah SMA terbaik di kotaku dan murid-murid di sana juga adalah murid-murid terbaik dari semua SMP yang ada di kotaku. Bermodalkan nilai ebtanas SMP akhirnya aku berhak untuk satu kursi di sana tanpa harus mencoba meminta pada Bapak dan Mamakku untuk mengizinkan aku bersekolah di SMA favorit itu.

Kali kedua aku kecewa saat akan menyelesaikan sekolahku dari SMA aku bahkan nyaris takdiberi pilihan oleh orang tuaku untuk melanjutkan studiku ke universitas hanya karena terbentur biaya kuliah yang saat itu seolah sulit dibayangkan akan menjadi beban serius bagi Bapak dan Mamakku. Bukan juga mereka tidak ingin aku berhasil kelak, namun keadaan saat itu memang seakan tak mendukung untuk aku melanjutkan studiku ke universitas dan aku juga memahami itu bersama kecewaku.

Kali kedua aku merasa bangga dulu adalah saat kakakku menjaminkan hidupnya tiga tahun untukku demi niatku yang dirasanya tulus ingin sekali merasakan bangku kuliah. Itu yang juga yang membuatku bersemangat untuk berusaha keras masuk ke politeknik favorit yang tidak jauh dari kotaku dulu. Kali itu semesta seakan mendukungku sampai akhirnya aku berhasil lulus di politeknik yang diperuntukkan bagi mereka-mereka yang sedikit banyak senasib denganku. Lagi-lagi karena tidak banyak pilihan, itu juga yang membuatku seolah terjerat dalam situasi antara sulit dan tak sulit untuk kujalani. Sedikit nyaman tapi justru rasa tidak nyaman lebih mendominasi kala itu. Mungkin karena itu bukanlah bidang yang tepat untukku kala itu. Jurusan seni yang lama aku idam-idamkan dan kubanggakan teramat sangat sejak kecil dulu akhirnya berakhir pada pilihan buntu pada disiplin ilmu komputer yang sebenarnya saat ini telah menafkahiku sejak 7 tahun yang lalu. Dan kini aku bersyukur akan takdir yang sudah mengenalkanku akan ilmu ini. Canggih, menyenangkan dan mahal harganya. Itu beberapa alasan kenapa aku bersyukur akan itu saat ini.

Kali ketiga aku merasa kecewa adalah saat teman-teman seprofesiku dan seusiaku ingin terus berburu ilmu di perguruan tinggi atau sekedar melanjutkan studi mereka dari Ahlimadia ke Sarjana. Saat itu pilihan seakan pergi berlari dariku entah kemana. Karena pilihan untuk harus tetap bersabar dan fokus bekerja demi membantu keluarga di kampung dan untuk hal-hal lain yang jauh lebih penting dari sekedar mengejar angan yang belum tentu bisa kugapai.

Kalau banyak dari mereka yang beruntung saat itu bisa melanjutkan studinya dengan banyaknya dana penjaminan dari orang tua atau mungkin dari saudara, berbeda denganku yang justru harus menjamin kelangsungan sekolah keponakanku yang sedikit kurang beruntung seperti aku dulu.

Kali ketiga aku merasa bangga adalah saat aku akhirnya bisa melanjutkan studi Sarjana setelah dua tahun menunggu. Dengan segala upaya dan kerja keras berbagi pikiran, waktu dan tenaga dengan adil antara diriku dan orang-orang di kampung namun akhirnya berhasil juga aku menyelesaikan Sarjanaku tepat waktu dengan baik.

Kali keempat kecewa mencoba datang dan kuganti dengan bangga adalah saat aku bisa melanjutkan studi Masterku tanpa harus menunggu lama dan bersabar. Persis setelah tamat Sarjana kubulatkan tekatku untuk mengambil keputusan yang sejujurnya awalnya itu dihasut rasa iri oleh cerita kecewa dulu maka kuputuskan untuk melanjutkan studi Master selagi semesta mendukungku. Tak semulus apa yang kupikirkan memang, banyak hal yang membuatku nyaris melupakan impian ini terutama saat Mamak sakit serius dulu. Namun dengan penuh syukur atas segala pertolongan Tuhan, akhirnya aku berhasil menyelesaikan Masterku kurang dari dua tahun. Dan bahkan saat ini ada sedikit bonus karena tiket untuk studi Doktor sudah berlipat manis di sakuku. **tapi lupakan sejenak soal tiket ini, aku hanya sedang tak mau memikirkannya ๐Ÿ™‚

Terima kasih untuk rasa kecewa yang dulu pernah kualami, karena sejatinya belajar darimu sungguh tak mudah namun memaksaku mengejar angan. Terima kasih juga buat setiap waktu Tuhan tak pernah mau meninggalkanku, juga buat keluarga yang luar biasa yang kupunya, sahabat dalam segala sabar yang memberi banyak warna tak terhitung. **God bless.

Advertisements

Entry filed under: Lika Liku Jejaka [Book].

Lalu apa yang jadi bagian Dara?? __menapak dalam tegar

9 Comments Add your own

  • 1. anastasia  |  September 1, 2012 at 7:27 am

    Nice story ^-^

    Reply
  • 2. Dy  |  September 13, 2012 at 9:02 am

    Cieh… akhirnya ada lagi postingan dari Bapak Master… ๐Ÿ™‚

    Reply
  • 3. Pondok Print  |  September 24, 2012 at 4:56 am

    mantap tulisannya tiket studi yang menanti

    Reply
  • 4. unikgaul.com  |  November 16, 2012 at 7:48 am

    mantap bos artikelnya, senang baca baca di sini. salam kenal ya,. ๐Ÿ˜€

    Reply
  • 5. absensi sidik jari  |  April 29, 2013 at 5:53 am

    nglove ur article ๐Ÿ™‚ keep postingg

    Reply
  • 6. IP Camera  |  April 29, 2013 at 8:55 am

    keren artikelnya
    Goodluck ya

    Reply
  • 7. rumah dijual di surabaya  |  August 31, 2013 at 8:08 am

    Blognya bagus dan artikelnya menarik. Oya teman-teman blog, mampir ke lapak saya ya. Salam.

    Reply
  • 8. Bambang Abdullah Syukur  |  October 21, 2013 at 6:27 am

    nice story ๐Ÿ™‚
    semangat utk lebih bikin story nya
    Berita terupdate dan terpercaya

    Reply
  • 9. ht icom v80  |  February 24, 2014 at 6:16 am

    smangat…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About Me

I am a simple man, and also a good boy. I was born in Tarutung 14/feb/1983. Now I live at Jakarta as IT Staff in Bilangan Jakarta Pusat. I like singing very much, sleeping and also dreaming :). Music..??, hmmm... I love RnB and sometimes Country Music. About food, I like Saksang, Panggang and ofcourse "Baso". It's very fantastis luar biasa aaahaaiii...ii.

Calendar

August 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Visitor

  • 27,882 visitor

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: